Sabtu, 16 April 2011

Disangka Wanita Muslim, Biarawati Diusir dari Pesawat

Inilah akibatnya jika sikap kebencian dan paranoid terhadap Muslim. Seorang biarawati Katolik diusir dari pesawat karena disangka seoerang Muslimah yang menggunakan jilbab. Adalah Suster Cora-Ann, biarawati Katolik dari Biara Our Lady of Grace di Dayton, Ohio mendapat kejutan dalam hidupnya, ketika ia diminta untuk meninggalkan pesawat yang barusaja dia tumpangi di Bandara Internasional Omaha."Aku baru saja duduk di kursiku dan mulai berterima kasih pada Tuhan dan tengah membaca doa dalam bahasa Latin,"  dia ingat, ketika salah seorang penumpang yang duduk di sampingnya memanggil seorang pramugari. Penumpang itu bernama Elizabeth Bennet, dan kemudian mengatakan, "Bukannya kami berprasangka buruk, tapi dia memang tampak mencurigakan. Dia berpakaian dalam jubah Muslim dan tepat sebelum pesawat lepas landas, dia mulai menggumamkan sesuatu dalam bahasa yang terdengar seperti bahasa Arab atau bahasa Taliban. Apa yang harus aku lakukan?"

Damien Thorn adalah penumpang yang diduk dikursi berdampingan mengatakan; "Saya tahu ada sesuatu menyeramkan mengenainya, saat dia masuk ke pesawat, dia memakai pakaian burqa sebagaimana Anda melihat wanita Iran, dia hanya hanya membawa sebuat tas kecil.” Pramugari akhirnya menanggapi panggilan dan menanyakan pada Suster Cora namanya, boarding pass, foto identitasnya. Blanche Dubois seorang penumpang lain yang tengah duduk di dekat Suster Cora-Ann ikut menjelaskan, "Setelah aku mendengar namanya terdengar seperti al-Qur'an, aku menjadi merasa khawatir. Itu bukan berarti ada yang salah denganku kan? Aku hanya tidak mau mati. Aku sangat takut sehingga langsung meneriakkan namanya ke semua penumpang." Baggins, seorang sering bepergian, mengatakan, dia pernah mendengar bahwa kaum Muslim tidak makan daging. "Aku tidak mengira bahwa dia adalah Muslim dan untuk membantunya, aku menyodorkan beberapa dendeng milikku dan meminta wanita itu memakannya untuk membuktikan bahwa dia bukan Muslim."


Namun Suster Cora-Ann menolak dengan sopan dendeng tersebut dan mengingatkan penumpang lain bahwa itu adalah pra-paskah, di mana umat Katolik sering berpantang makan daging. Kerusuhan di pesawat terus berkembang, karena sebagian besar penumpang sekarang yakin bahwa Suster Cora-Ann adalah seorang Muslim mereka akhirnya menuntut Suster Cora-Ann segera meninggalkan pesawat.
"Saya tidak ingin menimbulkan penderitaan terhadap sesama manusia apapun, jadi aku meninggalkan pesawat," katanya. "Kami sangat senang bisa melanjutkan perjalanan," ujar Baggins. "Setelah dia turun dari pesawat, beban besar rasanya seperti terangkat dari pundak kami," tambahnya.
Rupanya, di dalam pesawat memang ada seorang penumpang Muslim dengan nama Abdullah Abdullah, yang duduk di deret belakang no 23. "Tentu saja aku tahu bahwa dia adalah seorang suster Katolik dan bukan Muslim, karena aku pernah pergi ke sekolah Katolik dan guru kesayangan saya adalah beberapa biarawati Katolik."


Abdullah melanjutkan, "Tapi jujur, jika kau seorang Muslim di dalam pesawat dan seseorang diminta untuk turun, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tetap diam dan nikmati pertunjukan!". Nah, beginilah akibatnya jika sikap kebencian terhadap kaum Muslim berlebih-lebihan.*
Foto ilustrasi: pakaian biarawati yang mirip baju muslimah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Sabtu, 16 April 2011

Disangka Wanita Muslim, Biarawati Diusir dari Pesawat

Diposkan oleh Wanita Sholehah di 17.55
Inilah akibatnya jika sikap kebencian dan paranoid terhadap Muslim. Seorang biarawati Katolik diusir dari pesawat karena disangka seoerang Muslimah yang menggunakan jilbab. Adalah Suster Cora-Ann, biarawati Katolik dari Biara Our Lady of Grace di Dayton, Ohio mendapat kejutan dalam hidupnya, ketika ia diminta untuk meninggalkan pesawat yang barusaja dia tumpangi di Bandara Internasional Omaha."Aku baru saja duduk di kursiku dan mulai berterima kasih pada Tuhan dan tengah membaca doa dalam bahasa Latin,"  dia ingat, ketika salah seorang penumpang yang duduk di sampingnya memanggil seorang pramugari. Penumpang itu bernama Elizabeth Bennet, dan kemudian mengatakan, "Bukannya kami berprasangka buruk, tapi dia memang tampak mencurigakan. Dia berpakaian dalam jubah Muslim dan tepat sebelum pesawat lepas landas, dia mulai menggumamkan sesuatu dalam bahasa yang terdengar seperti bahasa Arab atau bahasa Taliban. Apa yang harus aku lakukan?"

Damien Thorn adalah penumpang yang diduk dikursi berdampingan mengatakan; "Saya tahu ada sesuatu menyeramkan mengenainya, saat dia masuk ke pesawat, dia memakai pakaian burqa sebagaimana Anda melihat wanita Iran, dia hanya hanya membawa sebuat tas kecil.” Pramugari akhirnya menanggapi panggilan dan menanyakan pada Suster Cora namanya, boarding pass, foto identitasnya. Blanche Dubois seorang penumpang lain yang tengah duduk di dekat Suster Cora-Ann ikut menjelaskan, "Setelah aku mendengar namanya terdengar seperti al-Qur'an, aku menjadi merasa khawatir. Itu bukan berarti ada yang salah denganku kan? Aku hanya tidak mau mati. Aku sangat takut sehingga langsung meneriakkan namanya ke semua penumpang." Baggins, seorang sering bepergian, mengatakan, dia pernah mendengar bahwa kaum Muslim tidak makan daging. "Aku tidak mengira bahwa dia adalah Muslim dan untuk membantunya, aku menyodorkan beberapa dendeng milikku dan meminta wanita itu memakannya untuk membuktikan bahwa dia bukan Muslim."


Namun Suster Cora-Ann menolak dengan sopan dendeng tersebut dan mengingatkan penumpang lain bahwa itu adalah pra-paskah, di mana umat Katolik sering berpantang makan daging. Kerusuhan di pesawat terus berkembang, karena sebagian besar penumpang sekarang yakin bahwa Suster Cora-Ann adalah seorang Muslim mereka akhirnya menuntut Suster Cora-Ann segera meninggalkan pesawat.
"Saya tidak ingin menimbulkan penderitaan terhadap sesama manusia apapun, jadi aku meninggalkan pesawat," katanya. "Kami sangat senang bisa melanjutkan perjalanan," ujar Baggins. "Setelah dia turun dari pesawat, beban besar rasanya seperti terangkat dari pundak kami," tambahnya.
Rupanya, di dalam pesawat memang ada seorang penumpang Muslim dengan nama Abdullah Abdullah, yang duduk di deret belakang no 23. "Tentu saja aku tahu bahwa dia adalah seorang suster Katolik dan bukan Muslim, karena aku pernah pergi ke sekolah Katolik dan guru kesayangan saya adalah beberapa biarawati Katolik."


Abdullah melanjutkan, "Tapi jujur, jika kau seorang Muslim di dalam pesawat dan seseorang diminta untuk turun, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah tetap diam dan nikmati pertunjukan!". Nah, beginilah akibatnya jika sikap kebencian terhadap kaum Muslim berlebih-lebihan.*
Foto ilustrasi: pakaian biarawati yang mirip baju muslimah

0 komentar on "Disangka Wanita Muslim, Biarawati Diusir dari Pesawat"

Poskan Komentar