Rabu, 05 Januari 2011

SAFAR

Bulan Safar adalah bulan kedua tahun Hijriyah atau menurut kalendar Islam yang berdasarkan tahun Qamariah ( bulan mengelilingi bumi). Safar artinya kosong. Dinamakan Safar karena dalam bulan ini orang-orang Arab sering meninggalkan rumah mereka menjadi kosong karena melakukan serangan dan menuntut pembalasan atas musuh-musuh mereka. Diantara peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam pada bulan ini ialah Peperangan Al-Abwa pada tahun kedua Hijrah, Peperangan Zi-Amin, tahun ketiga Hijrah dan Peperangan Ar-Raji (Bi’ru Ma’unah) pada tahun keempat Hijrah. 

Di dalam bulan ini juga ada di kalangan umat Islam mengambil kesempatan melakukan hal-hal bid’ah dan khurafat yang bertentangan dengan syariat Islam. Hal ini dikarenakan menurut kepercayaan turun-temurun sebagian kalangan umat Islam, . bulan Safar ini merupakan bulan turunnya bala bencana dan malapetaka khususnya pada hari Rabu minggu terakhir. Oleh sebab itu setiap tahun mereka akan melaku kan amalan-amalan sebagai cara untuk menolak bala yang mereka percayai itu.

Diantara amalan khurafat yang pernah muncul ialah upacara Pesta Mandi Safar. Dahulu, amalan ini menjadi populer; bahkan sebagian diantaranya masih melakukannya pada masa kini di beberapa tempat. Ketika tiba bulan Safar, umat Islam, terutama yang tinggal berdekatan dengan pantai atau di tepian sungai akan mengadakan upacara mandi beramai-ramai dengan kepercayaan perbuatan tersebut dapat menghapuskan dosa dan menolak bala. Biasanya amalan mandi Safar ini dilakukan pada hari Rabu minggu terakhir dalam bulan Safar. 

Selain daripada amalan tersebut, sebagian umat Islam masa kini, tidak mau mengadakan majelis perkawinan / walimah dalam bulan Safar karena mereka berpendapat dan mempercayai bahwa kedua mempelai nantinya tidak akan mendapat berkah ataupun zuriat. Amalan dan kepercayaan seperti ini jelas bertentangan dengan syariat Islam serta dapat menyebabkan rusaknya akidah.Sebenarnya naas, bala bencana atau pun musibah itu tidaklah terjadi hanya pada bulan Safar saja. Kepercayaan karut(tidak benar/tidak beralasan) itu jelas ditolak dan dilarang dengan kerasnya dalam agama Islam sebagaimana firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah At-Taubah ayat 51 yang artinya : 

Katakanlah (wahai Muhammad), tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung yang kami, dan hanya kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.” 

Mengamalkan hal-hal khurafat atau kepercayaan karut adalah jelas dilarang oleh syarak di samping tidak ada manfaatnya . Kepercayaan seperti ini hanya akan merusak akidah seseorang, dan juga hanya menambah amalan-amalan bid’ah yang buruk. Oleh karena itu, kita hendaklah membuang prasangka atau kepercayaan karut tersebut agar terlepas daripada amalan-amalan yang dapat membawa kepada syirik, menyekutukan Allah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Rabu, 05 Januari 2011

SAFAR

Diposkan oleh Wanita Sholehah di 01.09
Bulan Safar adalah bulan kedua tahun Hijriyah atau menurut kalendar Islam yang berdasarkan tahun Qamariah ( bulan mengelilingi bumi). Safar artinya kosong. Dinamakan Safar karena dalam bulan ini orang-orang Arab sering meninggalkan rumah mereka menjadi kosong karena melakukan serangan dan menuntut pembalasan atas musuh-musuh mereka. Diantara peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam sejarah Islam pada bulan ini ialah Peperangan Al-Abwa pada tahun kedua Hijrah, Peperangan Zi-Amin, tahun ketiga Hijrah dan Peperangan Ar-Raji (Bi’ru Ma’unah) pada tahun keempat Hijrah. 

Di dalam bulan ini juga ada di kalangan umat Islam mengambil kesempatan melakukan hal-hal bid’ah dan khurafat yang bertentangan dengan syariat Islam. Hal ini dikarenakan menurut kepercayaan turun-temurun sebagian kalangan umat Islam, . bulan Safar ini merupakan bulan turunnya bala bencana dan malapetaka khususnya pada hari Rabu minggu terakhir. Oleh sebab itu setiap tahun mereka akan melaku kan amalan-amalan sebagai cara untuk menolak bala yang mereka percayai itu.

Diantara amalan khurafat yang pernah muncul ialah upacara Pesta Mandi Safar. Dahulu, amalan ini menjadi populer; bahkan sebagian diantaranya masih melakukannya pada masa kini di beberapa tempat. Ketika tiba bulan Safar, umat Islam, terutama yang tinggal berdekatan dengan pantai atau di tepian sungai akan mengadakan upacara mandi beramai-ramai dengan kepercayaan perbuatan tersebut dapat menghapuskan dosa dan menolak bala. Biasanya amalan mandi Safar ini dilakukan pada hari Rabu minggu terakhir dalam bulan Safar. 

Selain daripada amalan tersebut, sebagian umat Islam masa kini, tidak mau mengadakan majelis perkawinan / walimah dalam bulan Safar karena mereka berpendapat dan mempercayai bahwa kedua mempelai nantinya tidak akan mendapat berkah ataupun zuriat. Amalan dan kepercayaan seperti ini jelas bertentangan dengan syariat Islam serta dapat menyebabkan rusaknya akidah.Sebenarnya naas, bala bencana atau pun musibah itu tidaklah terjadi hanya pada bulan Safar saja. Kepercayaan karut(tidak benar/tidak beralasan) itu jelas ditolak dan dilarang dengan kerasnya dalam agama Islam sebagaimana firman Allah Subhanahu Wataala dalam Surah At-Taubah ayat 51 yang artinya : 

Katakanlah (wahai Muhammad), tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung yang kami, dan hanya kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal.” 

Mengamalkan hal-hal khurafat atau kepercayaan karut adalah jelas dilarang oleh syarak di samping tidak ada manfaatnya . Kepercayaan seperti ini hanya akan merusak akidah seseorang, dan juga hanya menambah amalan-amalan bid’ah yang buruk. Oleh karena itu, kita hendaklah membuang prasangka atau kepercayaan karut tersebut agar terlepas daripada amalan-amalan yang dapat membawa kepada syirik, menyekutukan Allah.

0 komentar on "SAFAR"

Poskan Komentar