Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2011

5 Langkah Mengatasi Kulit Berminyak dan Mengilap

Selain rentan jerawat, kulit berminyak juga mengganggu karena membuat wajah terlihat mengilap dan make-up pun tak bertahan lama. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir minyak pada kulit wajah?

1. Cuci muka dengan sabun maksimal tiga kali sehari

Dua kali saja sebenarnya sudah cukup, setelah bangun tidur dan sebelum pergi tidur. Jika dirasa perlu, silakan cuci muka di tengah hari. Gunakan sabun muka atau pembersih wajah yang tidak berbahan dasar krim. Hindari susu pembersih karena akan membuat kulit makin berminyak. Hindari pula terlalu sering mencuci muka, karena kulit malah akan jadi kering dan membuat kelenjar memproduksi lebih banyak minyak.

2. Selalu sedia kertas minyak

Meskipun kertas penyerap minyak ini tak dapat mengurangi produksi minyak, ia sangat berguna untuk menghilangkan kilap dari wajah dan membuat make-up tak cepat luntur.

3. Gunakan pelembap khusus kulit berminyak
Kulit berminyak pun tetap memerlukan pelembap. Namun jangan sembarang pilih, karena rata-rata pelembap berfungsi untuk melembapkan kulit kering, padahal kulit berminyak Anda tak membutuhkan kelembapan ekstra. Pastikan pelembap yang Anda pakai adalah yang oil-free dan dibuat khusus untuk kulit berminyak.

4. Gunakan toner setelah mencuci muka

Toner adalah salah satu produk yang baik untuk mengurangi kadar minyak di wajah. Tapi pastikan toner yang Anda pakai sama sekali tak mengandung alkohol. Alkohol malah akan membuat kulit jadi kering dan kelenjar minyak pun memproduksi lebih banyak minyak karenanya.

5. Gunakan kosmetik berbahan dasar bubuk (powder)

Hindari blush on dan eyshadow berbahan cream, karena akan cepat luntur dan "meleleh" di wajah Anda yang berminyak.

Jumat, 18 Maret 2011

Tips Memuji dan Dipuji dalam Islam

Di antara fenomena umum yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, adalah fenomena pujian.

Secara garis besar, pujian bisa diklasifikasikan dalam 3 bentuk :
1.Pujian yang diucapkan untuk menjilat,
2.Pujian yang sifatnya hanya basa-basi belaka,
3.Pjian yang diucapkan sebagai ekspresi kekaguman.

Bila disikapi secara sehat dan proporsional, pujian bisa menjadi modal positif yang dapat memotivasi kita agar terus meningkatkan diri. Namun, kenyataannya, pujian justru lebih sering membuat kita lupa daratan, lepas kontrol, dan seterusnya. Semakin sering orang lain memuji kita, maka semakin besar potensi kita untuk terlena, besar kepala, serta hilang kendali diri. Padahal Allah Swt. mengingatkan dalam firmanNya: "Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa.” (Qs. Al-Najm; 32)
Agar dapat menyikapi pujian secara sehat, Nabi Saw. memberikan 3 kiat yang sangat menarik untuk diteladani.
Pertama, selalu mawas diri supaya tidak sampai terbuai oleh pujian yang dikatakan orang. Oleh karena itu, setiap kali ada yang memuji beliau, Nabi Saw. menanggapinya dengan doa: “Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu.” (HR. Al-Bukhari)
Lewat doa ini, Nabi Saw. mengajarkan bahwa pujian adalah perkataan orang lain yang potensial menjerumuskan kita. Ibaratnya, orang lain yang mengupas nangka, tapi kita yang kena getahnya. Orang lain yang melontarkan ucapan, tapi malah kita yang terjerumus menjadi besar kepala dan lepas kontrol.
Kedua, menyadari hakikat pujian sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain. Karena, sebenarnya, setiap manusia pasti memiliki sisi gelap. Dan ketika ada seseorang yang memuji kita, maka itu lebih karena faktor ketidaktahuan dia akan belang serta sisi gelap kita. Oleh sebab itu, kiat Nabi Saw. dalam menanggapi pujian adalah dengan berdoa: “Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku)”. (HR. Al-Bukhari)
Ketiga, kalaupun sisi baik yang dikatakan orang lain tentang kita adalah benar adanya, Nabi Saw. mengajarkan kita agar memohon kepada Allah Swt. untuk dijadikan lebih baik dari apa yang tampak di mata orang lain. Maka kalau mendengar pujian seperti ini, Nabi Saw. kemudian berdoa: “Dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira”. (HR. Al-Bukhari)

Selain memberikan teladan kiat menyikapi pujian, Nabi Saw. Dalam keseharian beliau juga memberikan contoh bagaimana mengemas pujian yang baik. Intinya, jangan sampai pujian yang terkadang secara spontan keluar dari bibir kita, malah menjerumuskan dan merusak kepribadian sahabat yang kita puji.

Ada beberapa teladan yang dapat disarikan dari kehidupan Nabi Saw., yaitu di antaranya :

Pertama
, Nabi Saw. tidak memuji di hadapan orang yang bersangkutan secara langsung, tapi di depan orang-orang lain dengan tujuan memotivasi mereka. Suatu hari, seorang Badui yang baru masuk Islam bertanya tentang Islam. Nabi menjawab bahwa Islam adalah shalat lima waktu, puasa, dan zakat. Maka Orang Badui itupun berjanji untuk menjalankan ketiganya dengan konsisten, tanpa menambahi atau menguranginya. Setelah Si Badui pergi, Nabi Saw. memujinya di hadapan para Sahabat, “Sungguh beruntung kalau ia benar-benar melakukan janjinya tadi.” Setelah itu beliau menambahi, “Barangsiapa yang ingin melihat penghuni surga, maka lihatlah Orang (Badui) tadi.” (HR.Al-Bukhari dan Muslim, dari Thalhah ra.)
Kedua, Nabi Saw. lebih sering melontarkan pujian dalan bentuk doa. Ketika melihat minat dan ketekunan Ibn Abbas ra. dalam mendalami tafsir Al-Qur’an, Nabi Saw. tidak serta merta memujinya. Beliau lebih memilih untuk mendoakan Ibn Abbas ra.: “Ya Allah, jadikanlah dia ahli dalam ilmu agama dan ajarilah dia ilmu tafsir (Al-Qur’an).” (HR. Al-Hakim, dari Sa’id bin Jubair) Begitu pula, di saat Nabi Saw. melihat ketekunan Abu Hurairah ra. Dalam mengumpulkan hadits dan menghafalnya, beliau lantas berdoa agar Abu Hurairah ra. dikaruniai kemampuan untuk tidak lupa apa yang pernah dihapalnya. Doa inilah yang kemudian dikabulkan oleh Allah Swt. Dan menjadikan Abu Hurairah ra. sebagai Sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Pujian yang dilontarkan orang lain terhadap diri kita, merupakan salah satu tantangan berat yang dapat merusak kepribadian kita. Pujian dapat membunuh karakter seseorang, tanpa ia sadari. Oleh karena itu, ketika seorang Sahabat memuji Sahabat yang lain secara langsung, Nabi Saw. menegurnya: “Kamu telah memenggal leher temanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Bakar ra.) Senada dengan hadits tersebut, Ali ra. berkata dalam ungkapan hikmahnya yang sangat populer, “Kalau ada yang memuji kamu di hadapanmu, akan lebih baik bila kamu melumuri mulutnya dengan debu, daripada kamu terbuai oleh pujiannya.” Namun ketika pujian sudah menjadi fenomena umum ditengah-tengah masyarakat kita, maka yang paling penting adalah bagaimana menyikapi setiap pujian secara sehat agar tidak sampai lupa daratan dan lepas kontrol; mengapresiasi setiap pujian hanya sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain; serta terus berdoa kepada Allah Swt. agar dijadikan lebih baik dari apa yang tampak di mata orang. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, kalaupun perlu memuji seseorang adalah bagaimana bisa mengemas pujian secara sehat.. Toh memuji tidak mesti dengan kata-kata, tapi akan lebih berarti bila diekspresikan lewat dukungan dan doa. Sehingga dengan demikian, kita tidak sampai menjerumuskan orang yang kita puji.

(Ustadz Abdullah Hakam Syah, Lc Website: http://www.pesantrenvirtual.com)

Rabu, 16 Maret 2011

Kulit Putih Alami dan Cerah dengan Jeruk Nipis

Setiap orang memiliki warna kulit yang berbeda. Faktor genetik biasanya yang lebih dominan mempengaruhi warna kulit seseorang. Faktor lainnya bisa juga karena iklim dan cuaca.
Kulit wajah adlah bagian yang paling terpenting menurut kaum wanita. Cara membuat wajah agar tampak putih bersih dan menarik bisa dengan perawatan ke dokter, disalon kecantikan, maupun perawatan dirumah.
Dengan jeruk nipis kulit bisa menjadi lebih putih dan segar. Jeruk nipis juga kaya akan gizi seperti zat biflanid, minyak atsirilimonen, asam sitrat, linalin asetat, dan fellandren yang dapat menyembuhkan penyakit batuk, menurunkan demam, dan membuat suara merdu.Kandungan Vitamin C dalam jeruk nipis ini membuat kulit menjadi putih halus, kencang, dan mencerahkan kulit.
Caranya:
1. Bisa dengan mengkonsumsi jeruk nipis, agar vitamin C nya bisa diserap oleh tubuh secara maksimal.
2. Mengusap potongan jeruk nipis pada wajah atau kulit yang diinginkan secara rutih setiap hari.

Senin, 14 Maret 2011

Madu Untuk Kecantikan

1.Mandi Madu: Untuk mendapatkan aroma yang manis dan kulit lembut, tambahkan ¼ hingga ½ cangkir madu di air mandi Anda.
2. Masker Madu: Oleskan madu murni pada wajah Anda dan biarkan selama kira-kira 15 menit, hingga mengering. Setelah kering, basuhlah wajah Anda dengan air hangat.
3. Mandi Untuk Kulit Berkilau: Untuk melembabkan, melembutkan dan membuat kulit berkilau, bawa serta sebotol madu saat Anda mandi. Oleskan ke kulit dan tepuk-tepuk dengan kedua tangan hingga mengering. Sementara menepuk-nempuk kulit, madu akan lengket di kulit Anda. Basuhlah bekas madu yang lengket tersebut setelah Anda selesai. Dan Anda bisa menikmati hasilnya dengan kulit yang nampak cantik nan cerah!!!
4.Scrub Madu: Campurkan 1 sendok teh madu dengan seikit tepung almond ke telapak tangan Anda. Gosokan perlahan ke wajah sebagai scrub wajah. Lalu basuh wajah Anda dengan air hangat untuk mengangkat madu.
5. Conditioner Rambut: Untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala, campurkan ½ cangkir madu dan satu sendok malan minyak zaitun. Oleskan merata ke rambut dan kulit kepala, lalu ambil penutup rambut dan biarkan selama 30 menit dalam keadaan tertutup. Setelah 30 menit, keramasi dengan shampo dan bilas rambut Anda seperti biasa.
6. Pembersih Wajah Setiap Hari: Campurkan 1 sendok makan madu dengan sedikit susu bubuk di telapak tangan. Oleskan di wajah untuk membersihkan semua kotoran dan make-up, dan lalu basuh hingga bersih dengan air hangat.
7. Rambut Berkilau: Untuk membuat rambut Anda berkilau, campurkan 1 sendok makan madu, perasan satu jeruk nipis, dan sedikit air hangat. Bilas rambut Anda dengan shampo seperti biasa dan lalu tuangkan campuran tadi pada rambut. Keringkan rambut dengan cara biasa.
8. Toner Kulit: Untuk mengencangkan, melembutkan dan melembabkan kulit, campurkan 1 buah kulit jeruk ditambah satu sendok makan madu dalam blender hingga halus. Gosokan perlahan campuran madu tadi ke wajah dan biarkan selama 15 menit. Lalu basuh wajah Anda dengan air hangat untuk membersihkan campuran tadi.
Jika Anda mau sedikit repot, dengan tips yang kami berikan di atas Anda dapat menciptakan produk-produk bak spa di rumah. Madu memang produk yang paling luar biasa untuk kecantikan dimana didalamnya terkandung enzyme bermanfaat, vitamin dan mineral. Tapi, sebelum Anda melakukan eksperimen, sebaiknya pastikan produk madu yang Anda beli 100% murni. Dan bagi Anda yang alergi pada madu, sebaiknya jangan mencoba resep ini.

Selamat mencoba!!!^^

Sabtu, 12 Maret 2011

Tips Rambut Berjilbab Tetap Sehat

Jakarta, Bagi anda yang sering menutupi rambut dengan jilbab, topi atau sejenisnya kesehatan rambut harus anda perhatikan. Udara yang minimalis dalam jilbab ternyata bisa merusak rambut anda. Untuk itu simak tips berikut ini:

1. Pilihlah kerudung atau jilbab dari bahan yang mudah menyerap keringat. Seperti katun atau kaos. Bahan kain yang mudah menyerap keringat dan berpori-pori besar sangat berguna untuk memudahkan sirkulasi udara di kepala.

2. Anda suka model kerudung modern. Boleh saja anda mengkreasikan model kerudung anda hingga berlapis-lapis. Tapi ingat jangan lebih dari 4 helai ya. Semakin tebal kerudung anda, makin sulit rambut anda bernafas.

3. Hindari menggunakan lapisan kerudung dengan terlalu sering dan kencang. Selain membutat rambut sulit bernafas, hal ini juga berpotensi untuk membuat kulit kepala lembab.

4. Jika hendak menggunakan jilbab lebih baik anda mengurai rambut anda atau jangan mengikatnya terlalu kencang. Untuk menghindari rambut yang digulung sebaiknya jangan biarkan rambut anda penjang melebihi 60 cm.

5. Hindari warna gelap untuk kerudung atau jilbab. Warna gelap mudah menyerap matahari. Jika aktivitas anda lebih banyak di bawah sinar matahari lebih baik pilih warna lembut atau putih.

6. Jangan terlalu sering mengikat kerudung anda di bagian leher. Udara yang keluar masuk ke rambu anda akan semakin menipis jika anda mengikat kerudung di leher. Kerudung sebaiknya dilepas hingga bagian tepinya menjuntai agar rambut muda bernafas.(yla)

Sumber: www.detik.com

Jumat, 11 Maret 2011

Tips Menyelamatkan Diri dan Keluarga dari Bencana Tsunami

TBencana alam seperti Tsunami sulit diprediksi. Ada baiknya dengan adanya peringatan dari BMKG, kita tetap harus waspada. Simak beberapa langkah untuk menyelamatkan diri maupun keluarga dari bahaya Tsunami, seperti yang dikutip dari emergencyzone.org.
Seorang Ibu di Jepang tengah menggendong anaknya menyusuri puing rumahnya yang rata dengan tanah

1. Hubungi kantor manajemen keamanan setempat atau Palang Merah. Cari tahu informasi apakah zona tempat Anda tinggal sudah menjadi area rawan tsunami. Ketahui pula tinggi jalan tempat Anda tinggal, permukaan daratan yang lebih tinggi di area Anda, hingga perkiraan jarak antara laut dengan rumah/posisi Anda. Evakuasi akan lebih matang dilaksanakan bila Anda sudah memiliki perhitungan kasar dari hal-hal yang disebutkan sebelumnya.

2. Jika anak sedang berada di sekolahnya, cari tahu rencana evakuasi yang dilakukan pihak sekolah. Apakah Anda diharuskan menjemput anak secara independen atau pihak sekolah mengungsikan seisi sekolah ke lokasi lain. Rute dari sekolah menuju rumah dan sebaliknya bisa jadi terhambat akibat macet ataupun penutupan jalan.

3. Rencanakan rute jalan evakuasi dari rumah, sekolah, tempat kerja atau tempat lainnya yang menjauhi datangnya arus tsunami. Pergilah ke dataran setinggi mungkin. Ketinggian 30 meter di atas permukaan laut dan jarak lebih dari tiga kilometer dari pesisir pantai diperkirakan menjadi jarak aman. Pastikan Anda bisa meraih dataran tinggi tersebut dengan berjalan kaki dalam waktu 15 menit.

4. Pastikan rute yang telah Anda pikirkan tadi bisa dilakukan saat malam hari saat pencahayaan kurang atau cuaca buruk tidak menunjang evakuasi. Dalam keadaan darurat, berpikir jernih sulit dilakukan jadi pastikan rute tadi mudah dilalui tanpa banyak roadblock/hambatan.

5. Bicarakan kondisi tsunami dengan keluarga Anda. Jelaskan jika mereka bisa terpisah kapanpun satu sama lain. Setiap anggota keluarga harus tahu tindakan pertama yang harus dilakukan ketika mereka terpisah, yakni menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu. Dengan adanya pembicaraan dan persiapan, rasa khawatir dan takut bisa diredam. Dalam hal ini, cari tahu panduan menghadapi bahaya banjir sebagai langkah pertama.

6. Persiapkan peralatan pertama untuk menghadapi bencana alam. Pastikan ada air mineral untuk setiap anggota keluarga untuk bertahan setidaknya untuk tiga hari, obat-obatan hingga pelampung perorangan. Dalam keadaan darurat, jangan terlalu memikirkan harta benda, namun fokus terhadap nyawa yang harus diselamatkan. Jika memungkinkan, Anda tetap bisa memasukkan surat berharga di dalam kantong plastik berklep dan lilitkan di balik baju.

7. Jika tsunami telah memasuki zona kota dekat Anda tinggal, otomatis jalan tertutup banyak sampah ataupun tergenang. Bersiaplah menggunakan kaki Anda melalui halangan-halangan yang ada di jalan. Ikuti rute evakuasi yang telah disediakan oleh petugas setempat (jika ada) untuk menghindari genangan air yang ternyata lubang dalam/jurang. Cari tahu apakah petugas pemadam kebakaran setempat telah menyiapkan area evakuasi dan jalan yang dianggap aman dilalui.

8. Ikuti saluran berita portal yang mudah diakses lewat ponsel, jika provider komunikasi telah terputus, Anda harus membawa radio yang mudah dibawa untuk memantau informasi terkini tentang cuaca maupun musibah kompleks yang diakibatkan tsunami seperti kebakaran hingga konsleting listrik.
Apakah komunitas tempat tinggal Anda juga sudah siap dengan langkah pencegahan dan pengungsian? Pastikan selalu Anda tetap terkoneksi dengan manajemen penyelamatan setempat. Bagaimanapun, kolaborasi penyelamatan yang melibatkan banyak orang akan lebih mendukung ketimbang usaha penyelamatan pribadi.




sumber :http://www.wolipop.com/read/2011/03/11/172508/1589818/857/langkah-penyelamatan-keluarga-dari-bahaya-tsunami?w992201835

Rabu, 02 Maret 2011

Cara Mengetahui Arah Kiblat


Bagi mereka yang sedang melakukan safar ke daerah baru, tentunya arah kiblat merupakan info yang sangat diperlukan. Berikut ini merupakan salah satu cara untuk mengetahui arah kiblat. Yaitu dengan mengunjungi situs berikut ini:
http://www.qiblalocator.com/
atau
http://apps.qiblalocator.com/ext/embed/
Secara otomatis, situs akan merujuk daerah / kota kita. Selain itu dapat juga menggunakan fasilitas “Locate” dengan memasukkan nama kota yang dituju (nama kota dalam versi Bahasa Inggris).
Silahkan mencoba.
 
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2011

5 Langkah Mengatasi Kulit Berminyak dan Mengilap

Diposting oleh Wanita Sholehah di 03.50 0 komentar
Selain rentan jerawat, kulit berminyak juga mengganggu karena membuat wajah terlihat mengilap dan make-up pun tak bertahan lama. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir minyak pada kulit wajah?

1. Cuci muka dengan sabun maksimal tiga kali sehari

Dua kali saja sebenarnya sudah cukup, setelah bangun tidur dan sebelum pergi tidur. Jika dirasa perlu, silakan cuci muka di tengah hari. Gunakan sabun muka atau pembersih wajah yang tidak berbahan dasar krim. Hindari susu pembersih karena akan membuat kulit makin berminyak. Hindari pula terlalu sering mencuci muka, karena kulit malah akan jadi kering dan membuat kelenjar memproduksi lebih banyak minyak.

2. Selalu sedia kertas minyak

Meskipun kertas penyerap minyak ini tak dapat mengurangi produksi minyak, ia sangat berguna untuk menghilangkan kilap dari wajah dan membuat make-up tak cepat luntur.

3. Gunakan pelembap khusus kulit berminyak
Kulit berminyak pun tetap memerlukan pelembap. Namun jangan sembarang pilih, karena rata-rata pelembap berfungsi untuk melembapkan kulit kering, padahal kulit berminyak Anda tak membutuhkan kelembapan ekstra. Pastikan pelembap yang Anda pakai adalah yang oil-free dan dibuat khusus untuk kulit berminyak.

4. Gunakan toner setelah mencuci muka

Toner adalah salah satu produk yang baik untuk mengurangi kadar minyak di wajah. Tapi pastikan toner yang Anda pakai sama sekali tak mengandung alkohol. Alkohol malah akan membuat kulit jadi kering dan kelenjar minyak pun memproduksi lebih banyak minyak karenanya.

5. Gunakan kosmetik berbahan dasar bubuk (powder)

Hindari blush on dan eyshadow berbahan cream, karena akan cepat luntur dan "meleleh" di wajah Anda yang berminyak.

Jumat, 18 Maret 2011

Tips Memuji dan Dipuji dalam Islam

Diposting oleh Wanita Sholehah di 02.04 0 komentar
Di antara fenomena umum yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari, adalah fenomena pujian.

Secara garis besar, pujian bisa diklasifikasikan dalam 3 bentuk :
1.Pujian yang diucapkan untuk menjilat,
2.Pujian yang sifatnya hanya basa-basi belaka,
3.Pjian yang diucapkan sebagai ekspresi kekaguman.

Bila disikapi secara sehat dan proporsional, pujian bisa menjadi modal positif yang dapat memotivasi kita agar terus meningkatkan diri. Namun, kenyataannya, pujian justru lebih sering membuat kita lupa daratan, lepas kontrol, dan seterusnya. Semakin sering orang lain memuji kita, maka semakin besar potensi kita untuk terlena, besar kepala, serta hilang kendali diri. Padahal Allah Swt. mengingatkan dalam firmanNya: "Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa.” (Qs. Al-Najm; 32)
Agar dapat menyikapi pujian secara sehat, Nabi Saw. memberikan 3 kiat yang sangat menarik untuk diteladani.
Pertama, selalu mawas diri supaya tidak sampai terbuai oleh pujian yang dikatakan orang. Oleh karena itu, setiap kali ada yang memuji beliau, Nabi Saw. menanggapinya dengan doa: “Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku karena apa yang dikatakan oleh orang-orang itu.” (HR. Al-Bukhari)
Lewat doa ini, Nabi Saw. mengajarkan bahwa pujian adalah perkataan orang lain yang potensial menjerumuskan kita. Ibaratnya, orang lain yang mengupas nangka, tapi kita yang kena getahnya. Orang lain yang melontarkan ucapan, tapi malah kita yang terjerumus menjadi besar kepala dan lepas kontrol.
Kedua, menyadari hakikat pujian sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain. Karena, sebenarnya, setiap manusia pasti memiliki sisi gelap. Dan ketika ada seseorang yang memuji kita, maka itu lebih karena faktor ketidaktahuan dia akan belang serta sisi gelap kita. Oleh sebab itu, kiat Nabi Saw. dalam menanggapi pujian adalah dengan berdoa: “Dan ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui (dari diriku)”. (HR. Al-Bukhari)
Ketiga, kalaupun sisi baik yang dikatakan orang lain tentang kita adalah benar adanya, Nabi Saw. mengajarkan kita agar memohon kepada Allah Swt. untuk dijadikan lebih baik dari apa yang tampak di mata orang lain. Maka kalau mendengar pujian seperti ini, Nabi Saw. kemudian berdoa: “Dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira”. (HR. Al-Bukhari)

Selain memberikan teladan kiat menyikapi pujian, Nabi Saw. Dalam keseharian beliau juga memberikan contoh bagaimana mengemas pujian yang baik. Intinya, jangan sampai pujian yang terkadang secara spontan keluar dari bibir kita, malah menjerumuskan dan merusak kepribadian sahabat yang kita puji.

Ada beberapa teladan yang dapat disarikan dari kehidupan Nabi Saw., yaitu di antaranya :

Pertama
, Nabi Saw. tidak memuji di hadapan orang yang bersangkutan secara langsung, tapi di depan orang-orang lain dengan tujuan memotivasi mereka. Suatu hari, seorang Badui yang baru masuk Islam bertanya tentang Islam. Nabi menjawab bahwa Islam adalah shalat lima waktu, puasa, dan zakat. Maka Orang Badui itupun berjanji untuk menjalankan ketiganya dengan konsisten, tanpa menambahi atau menguranginya. Setelah Si Badui pergi, Nabi Saw. memujinya di hadapan para Sahabat, “Sungguh beruntung kalau ia benar-benar melakukan janjinya tadi.” Setelah itu beliau menambahi, “Barangsiapa yang ingin melihat penghuni surga, maka lihatlah Orang (Badui) tadi.” (HR.Al-Bukhari dan Muslim, dari Thalhah ra.)
Kedua, Nabi Saw. lebih sering melontarkan pujian dalan bentuk doa. Ketika melihat minat dan ketekunan Ibn Abbas ra. dalam mendalami tafsir Al-Qur’an, Nabi Saw. tidak serta merta memujinya. Beliau lebih memilih untuk mendoakan Ibn Abbas ra.: “Ya Allah, jadikanlah dia ahli dalam ilmu agama dan ajarilah dia ilmu tafsir (Al-Qur’an).” (HR. Al-Hakim, dari Sa’id bin Jubair) Begitu pula, di saat Nabi Saw. melihat ketekunan Abu Hurairah ra. Dalam mengumpulkan hadits dan menghafalnya, beliau lantas berdoa agar Abu Hurairah ra. dikaruniai kemampuan untuk tidak lupa apa yang pernah dihapalnya. Doa inilah yang kemudian dikabulkan oleh Allah Swt. Dan menjadikan Abu Hurairah ra. sebagai Sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Pujian yang dilontarkan orang lain terhadap diri kita, merupakan salah satu tantangan berat yang dapat merusak kepribadian kita. Pujian dapat membunuh karakter seseorang, tanpa ia sadari. Oleh karena itu, ketika seorang Sahabat memuji Sahabat yang lain secara langsung, Nabi Saw. menegurnya: “Kamu telah memenggal leher temanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Bakar ra.) Senada dengan hadits tersebut, Ali ra. berkata dalam ungkapan hikmahnya yang sangat populer, “Kalau ada yang memuji kamu di hadapanmu, akan lebih baik bila kamu melumuri mulutnya dengan debu, daripada kamu terbuai oleh pujiannya.” Namun ketika pujian sudah menjadi fenomena umum ditengah-tengah masyarakat kita, maka yang paling penting adalah bagaimana menyikapi setiap pujian secara sehat agar tidak sampai lupa daratan dan lepas kontrol; mengapresiasi setiap pujian hanya sebagai topeng dari sisi gelap kita yang tidak diketahui orang lain; serta terus berdoa kepada Allah Swt. agar dijadikan lebih baik dari apa yang tampak di mata orang. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, kalaupun perlu memuji seseorang adalah bagaimana bisa mengemas pujian secara sehat.. Toh memuji tidak mesti dengan kata-kata, tapi akan lebih berarti bila diekspresikan lewat dukungan dan doa. Sehingga dengan demikian, kita tidak sampai menjerumuskan orang yang kita puji.

(Ustadz Abdullah Hakam Syah, Lc Website: http://www.pesantrenvirtual.com)

Rabu, 16 Maret 2011

Kulit Putih Alami dan Cerah dengan Jeruk Nipis

Diposting oleh Wanita Sholehah di 23.40 0 komentar
Setiap orang memiliki warna kulit yang berbeda. Faktor genetik biasanya yang lebih dominan mempengaruhi warna kulit seseorang. Faktor lainnya bisa juga karena iklim dan cuaca.
Kulit wajah adlah bagian yang paling terpenting menurut kaum wanita. Cara membuat wajah agar tampak putih bersih dan menarik bisa dengan perawatan ke dokter, disalon kecantikan, maupun perawatan dirumah.
Dengan jeruk nipis kulit bisa menjadi lebih putih dan segar. Jeruk nipis juga kaya akan gizi seperti zat biflanid, minyak atsirilimonen, asam sitrat, linalin asetat, dan fellandren yang dapat menyembuhkan penyakit batuk, menurunkan demam, dan membuat suara merdu.Kandungan Vitamin C dalam jeruk nipis ini membuat kulit menjadi putih halus, kencang, dan mencerahkan kulit.
Caranya:
1. Bisa dengan mengkonsumsi jeruk nipis, agar vitamin C nya bisa diserap oleh tubuh secara maksimal.
2. Mengusap potongan jeruk nipis pada wajah atau kulit yang diinginkan secara rutih setiap hari.

Senin, 14 Maret 2011

Madu Untuk Kecantikan

Diposting oleh Wanita Sholehah di 02.15 0 komentar
1.Mandi Madu: Untuk mendapatkan aroma yang manis dan kulit lembut, tambahkan ¼ hingga ½ cangkir madu di air mandi Anda.
2. Masker Madu: Oleskan madu murni pada wajah Anda dan biarkan selama kira-kira 15 menit, hingga mengering. Setelah kering, basuhlah wajah Anda dengan air hangat.
3. Mandi Untuk Kulit Berkilau: Untuk melembabkan, melembutkan dan membuat kulit berkilau, bawa serta sebotol madu saat Anda mandi. Oleskan ke kulit dan tepuk-tepuk dengan kedua tangan hingga mengering. Sementara menepuk-nempuk kulit, madu akan lengket di kulit Anda. Basuhlah bekas madu yang lengket tersebut setelah Anda selesai. Dan Anda bisa menikmati hasilnya dengan kulit yang nampak cantik nan cerah!!!
4.Scrub Madu: Campurkan 1 sendok teh madu dengan seikit tepung almond ke telapak tangan Anda. Gosokan perlahan ke wajah sebagai scrub wajah. Lalu basuh wajah Anda dengan air hangat untuk mengangkat madu.
5. Conditioner Rambut: Untuk menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala, campurkan ½ cangkir madu dan satu sendok malan minyak zaitun. Oleskan merata ke rambut dan kulit kepala, lalu ambil penutup rambut dan biarkan selama 30 menit dalam keadaan tertutup. Setelah 30 menit, keramasi dengan shampo dan bilas rambut Anda seperti biasa.
6. Pembersih Wajah Setiap Hari: Campurkan 1 sendok makan madu dengan sedikit susu bubuk di telapak tangan. Oleskan di wajah untuk membersihkan semua kotoran dan make-up, dan lalu basuh hingga bersih dengan air hangat.
7. Rambut Berkilau: Untuk membuat rambut Anda berkilau, campurkan 1 sendok makan madu, perasan satu jeruk nipis, dan sedikit air hangat. Bilas rambut Anda dengan shampo seperti biasa dan lalu tuangkan campuran tadi pada rambut. Keringkan rambut dengan cara biasa.
8. Toner Kulit: Untuk mengencangkan, melembutkan dan melembabkan kulit, campurkan 1 buah kulit jeruk ditambah satu sendok makan madu dalam blender hingga halus. Gosokan perlahan campuran madu tadi ke wajah dan biarkan selama 15 menit. Lalu basuh wajah Anda dengan air hangat untuk membersihkan campuran tadi.
Jika Anda mau sedikit repot, dengan tips yang kami berikan di atas Anda dapat menciptakan produk-produk bak spa di rumah. Madu memang produk yang paling luar biasa untuk kecantikan dimana didalamnya terkandung enzyme bermanfaat, vitamin dan mineral. Tapi, sebelum Anda melakukan eksperimen, sebaiknya pastikan produk madu yang Anda beli 100% murni. Dan bagi Anda yang alergi pada madu, sebaiknya jangan mencoba resep ini.

Selamat mencoba!!!^^

Sabtu, 12 Maret 2011

Tips Rambut Berjilbab Tetap Sehat

Diposting oleh Wanita Sholehah di 19.44 0 komentar
Jakarta, Bagi anda yang sering menutupi rambut dengan jilbab, topi atau sejenisnya kesehatan rambut harus anda perhatikan. Udara yang minimalis dalam jilbab ternyata bisa merusak rambut anda. Untuk itu simak tips berikut ini:

1. Pilihlah kerudung atau jilbab dari bahan yang mudah menyerap keringat. Seperti katun atau kaos. Bahan kain yang mudah menyerap keringat dan berpori-pori besar sangat berguna untuk memudahkan sirkulasi udara di kepala.

2. Anda suka model kerudung modern. Boleh saja anda mengkreasikan model kerudung anda hingga berlapis-lapis. Tapi ingat jangan lebih dari 4 helai ya. Semakin tebal kerudung anda, makin sulit rambut anda bernafas.

3. Hindari menggunakan lapisan kerudung dengan terlalu sering dan kencang. Selain membutat rambut sulit bernafas, hal ini juga berpotensi untuk membuat kulit kepala lembab.

4. Jika hendak menggunakan jilbab lebih baik anda mengurai rambut anda atau jangan mengikatnya terlalu kencang. Untuk menghindari rambut yang digulung sebaiknya jangan biarkan rambut anda penjang melebihi 60 cm.

5. Hindari warna gelap untuk kerudung atau jilbab. Warna gelap mudah menyerap matahari. Jika aktivitas anda lebih banyak di bawah sinar matahari lebih baik pilih warna lembut atau putih.

6. Jangan terlalu sering mengikat kerudung anda di bagian leher. Udara yang keluar masuk ke rambu anda akan semakin menipis jika anda mengikat kerudung di leher. Kerudung sebaiknya dilepas hingga bagian tepinya menjuntai agar rambut muda bernafas.(yla)

Sumber: www.detik.com

Jumat, 11 Maret 2011

Tips Menyelamatkan Diri dan Keluarga dari Bencana Tsunami

Diposting oleh Wanita Sholehah di 23.07 0 komentar
TBencana alam seperti Tsunami sulit diprediksi. Ada baiknya dengan adanya peringatan dari BMKG, kita tetap harus waspada. Simak beberapa langkah untuk menyelamatkan diri maupun keluarga dari bahaya Tsunami, seperti yang dikutip dari emergencyzone.org.
Seorang Ibu di Jepang tengah menggendong anaknya menyusuri puing rumahnya yang rata dengan tanah

1. Hubungi kantor manajemen keamanan setempat atau Palang Merah. Cari tahu informasi apakah zona tempat Anda tinggal sudah menjadi area rawan tsunami. Ketahui pula tinggi jalan tempat Anda tinggal, permukaan daratan yang lebih tinggi di area Anda, hingga perkiraan jarak antara laut dengan rumah/posisi Anda. Evakuasi akan lebih matang dilaksanakan bila Anda sudah memiliki perhitungan kasar dari hal-hal yang disebutkan sebelumnya.

2. Jika anak sedang berada di sekolahnya, cari tahu rencana evakuasi yang dilakukan pihak sekolah. Apakah Anda diharuskan menjemput anak secara independen atau pihak sekolah mengungsikan seisi sekolah ke lokasi lain. Rute dari sekolah menuju rumah dan sebaliknya bisa jadi terhambat akibat macet ataupun penutupan jalan.

3. Rencanakan rute jalan evakuasi dari rumah, sekolah, tempat kerja atau tempat lainnya yang menjauhi datangnya arus tsunami. Pergilah ke dataran setinggi mungkin. Ketinggian 30 meter di atas permukaan laut dan jarak lebih dari tiga kilometer dari pesisir pantai diperkirakan menjadi jarak aman. Pastikan Anda bisa meraih dataran tinggi tersebut dengan berjalan kaki dalam waktu 15 menit.

4. Pastikan rute yang telah Anda pikirkan tadi bisa dilakukan saat malam hari saat pencahayaan kurang atau cuaca buruk tidak menunjang evakuasi. Dalam keadaan darurat, berpikir jernih sulit dilakukan jadi pastikan rute tadi mudah dilalui tanpa banyak roadblock/hambatan.

5. Bicarakan kondisi tsunami dengan keluarga Anda. Jelaskan jika mereka bisa terpisah kapanpun satu sama lain. Setiap anggota keluarga harus tahu tindakan pertama yang harus dilakukan ketika mereka terpisah, yakni menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu. Dengan adanya pembicaraan dan persiapan, rasa khawatir dan takut bisa diredam. Dalam hal ini, cari tahu panduan menghadapi bahaya banjir sebagai langkah pertama.

6. Persiapkan peralatan pertama untuk menghadapi bencana alam. Pastikan ada air mineral untuk setiap anggota keluarga untuk bertahan setidaknya untuk tiga hari, obat-obatan hingga pelampung perorangan. Dalam keadaan darurat, jangan terlalu memikirkan harta benda, namun fokus terhadap nyawa yang harus diselamatkan. Jika memungkinkan, Anda tetap bisa memasukkan surat berharga di dalam kantong plastik berklep dan lilitkan di balik baju.

7. Jika tsunami telah memasuki zona kota dekat Anda tinggal, otomatis jalan tertutup banyak sampah ataupun tergenang. Bersiaplah menggunakan kaki Anda melalui halangan-halangan yang ada di jalan. Ikuti rute evakuasi yang telah disediakan oleh petugas setempat (jika ada) untuk menghindari genangan air yang ternyata lubang dalam/jurang. Cari tahu apakah petugas pemadam kebakaran setempat telah menyiapkan area evakuasi dan jalan yang dianggap aman dilalui.

8. Ikuti saluran berita portal yang mudah diakses lewat ponsel, jika provider komunikasi telah terputus, Anda harus membawa radio yang mudah dibawa untuk memantau informasi terkini tentang cuaca maupun musibah kompleks yang diakibatkan tsunami seperti kebakaran hingga konsleting listrik.
Apakah komunitas tempat tinggal Anda juga sudah siap dengan langkah pencegahan dan pengungsian? Pastikan selalu Anda tetap terkoneksi dengan manajemen penyelamatan setempat. Bagaimanapun, kolaborasi penyelamatan yang melibatkan banyak orang akan lebih mendukung ketimbang usaha penyelamatan pribadi.




sumber :http://www.wolipop.com/read/2011/03/11/172508/1589818/857/langkah-penyelamatan-keluarga-dari-bahaya-tsunami?w992201835

Rabu, 02 Maret 2011

Cara Mengetahui Arah Kiblat

Diposting oleh Wanita Sholehah di 23.59 0 komentar

Bagi mereka yang sedang melakukan safar ke daerah baru, tentunya arah kiblat merupakan info yang sangat diperlukan. Berikut ini merupakan salah satu cara untuk mengetahui arah kiblat. Yaitu dengan mengunjungi situs berikut ini:
http://www.qiblalocator.com/
atau
http://apps.qiblalocator.com/ext/embed/
Secara otomatis, situs akan merujuk daerah / kota kita. Selain itu dapat juga menggunakan fasilitas “Locate” dengan memasukkan nama kota yang dituju (nama kota dalam versi Bahasa Inggris).
Silahkan mencoba.